Wagub Jateng Minta Edukasi HIV/AIDS Digencarkan Melalui Medsos

  • Whatsapp

TAJUKMURIA.COM, SURAKARTA –  Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen ingin Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) kabupaten/kota dan Provinsi Jawa Tengah memperkuat sinergi yang sudah dijalin untuk bersama-sama mengatasi persoalan HIV/AIDS. Pasalnya, persoalan HIV/AIDS hingga kini masih menjadi gunung es. Pernyataan itu disampaikannya saat menghadiri Pertemuan Evaluasi Program Pencegahan dan Penanggulangan HIV & AIDS dengan KPA Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah “Menuju SDM Unggul Indonesia Maju” di Hotel Sahid Jaya, Kamis (22/8/2019).

“Saya mohon agar semua meningkatkan pelayanan dan monitoring. Edukasi dan penanggulangan dini kita mesti kompak,” tegasnya.

Bacaan Lainnya

Loading...

Gus Yasin, sapaan akrab wakil gubernur menjelaskan, program pemerintah dapat diimplementasikan dengan baik apabila sumber daya manusianya sehat. Oleh sebab itu, peningkatan kualitas kesehatan merupakan salah satu kunci untuk memajukan pembangunan bangsa.

Baca juga !  Pura-Pura Test Drive, Motor Yang Hendak Dijual Malah Dibawa Kabur

“Semua program pemerintah dapat berjalan dengan baik jika sumber daya manusianya sehat. Tetapi sampai saat ini masih cukup banyak orang yang enggan periksa,” jelasnya.

Mantan anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah itu pun mengisahkan cerita tentang laporan petugas kesehatan di salah satu puskesmas desa. Saat perjalanan di kereta, petugas kesehatan itu melaporkan bahwa di daerahnya ada dua pasangan suami istri (pasutri) yang diketahui mengidap AIDS. Dia semakin prihatin karena penyakit tersebut dideteksi saat kehamilan pertama.

“Saya prihatin karena beberapa bulan lalu saat saya naik kereta bertemu dengan petugas puskesmas, lalu dia menyampaikan keluhan kepada saya bahwa penyakit AIDS itu sudah sampai ke desa-desa. Bahkan pasutri baru di desanya, di puskesmasnya, sudah ada dua pasutri yang terdeteksi AIDS dan itu anak pertama,” bebernya.

Baca juga !  Jateng 5 Besar Provinsi Kasus HIV Tertinggi di Indonesia

Gus Yasin mendorong agar edukasi tentang HIV/AIDS gencar disampaikan kepada masyarakat dengan memanfaatkan teknologi yang berkembang pesat saat ini. Menurutnya, edukasi melalui media sosial efektif untuk dilakukan agar generasi muda tidak terjebak dalam perilaku negatif, seperti seks bebas, sehingga berpotensi mengidap HIV/AIDS.

“Buat pesan tentang HIV/AIDS, unggah melalui media sosial. Sekarang tidak ada orang yang tidak pakai media sosial,” pesannya.

“Buat pesan tentang HIV/AIDS, unggah melalui media sosial. Sekarang tidak ada orang yang tidak pakai media sosial,” pesannya.

Sumber : Humas Jateng

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *