Wagub Jateng Meminta Penanganan Jenazah Pasien COVID-19 di RS Libatkan “Modin”

  • Whatsapp

tajukmuria.com, SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Taj Yasin Maimoen meminta semua rumah sakit rujukan penanganan COVID-19 di Jateng, melibatkan petugas pemulasaran jenazah atau modin dari desa sekitar untuk menangani jenazah terpapar COVID-19. Sehingga masyarakat menjadi tenang dan yakin bahwa jenazah keluarganya telah ditangani sesuai aturan agama. 

“Banyak isu tentang pemulasaran jenazah pasien COVID-19 tidak dimandikan, tidak sesuai syariat. Maka saya yakinkan bahwa pemulasaran jenazah COVID-19 di rumah sakit sudah diterapkan sesuai dengan syariat agama Islam,” kata Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen usai membuka workshop Pendataan, Penanganan, dan Pemulihan Masa Pandemi Covid-19 Menuju New Normal di Hotel Muria Semarang, Sabtu (17/10/2020). 

Bacaan Lainnya

Bahkan untuk memastikan pemulasaran jenazah terpapar COVID-19 telah ditangani sesuai aturan agama. Putra ulama kharismatik almarhum KH Maimoen Zubair itu kerap melakukan kunjungan mendadak ke sejumlah rumah sakit. Menurutnya, semua rumah sakit yang menjadi rujukan penanganan COVID-19 di Jateng, sudah ada petugas pemulasaran jenazah yang kompeten baik dari aspek protokol kesehatan maupun keagamaan. 

Gus Yasin, sapaan akrab Taj Yasin pun menyaksikan sendiri ada petugas pemulasaran jenazah perempuan yang merawat jenazah perempuan terpapar COVID-19, meliputi memandikan, mengkafani, menyolatkan, memasukan ke peti hingga prosesi penguburan sesuai protokol penanganan jenazah COVID-19. Demikian pula petugas pemulasaran jenazah lelaki yang mengurus jenazah laki-laki terpapar COVID-19.

“Petugas pemulasaran jenazah yang menangani COVID-19 ternyata adalah lulusan dari sekolah-sekolah jurusan keagamaan. Kemudian saya katakan, selain petugas yang sudah ada juga melibatkan modin dari desa-desa yang ada di sekitar rumah sakit yang bisa dipanggil sewaktu-waktu, minimal dua modin sehingga bisa bergiliran. Apalagi saat ini orang yang meninggal akibat COVID-19 semakin banyak,” terangnya.

Baca juga !  Peserta Mudik Gratis Jateng Mulai Diberangkatkan Akhir Mei

Selain menggandeng modin di desa sekitar, Gus Yasin juga mengingatkan kepada petugas, saat memasukan jenazah muslim ke peti mati selalu menghadapkan jenazah ke arah kiblat, kemudian menandai arah kiblat pada peti tersebut supaya saat menguburkan tidak salah arah .  

Dikatakan, pemulasaran jenazah terpapar COVID-19 telah dilakukan sesuai aturan agama dan standar protokol kesehatan. Selain itu pedoman pengurusan jenazah juga selalu dilakukan dengan menerapkan pedoman-pedoman yang telah diatur dalam fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 18 tahun 2020.

“Ini adalah langkah-langkah Pemprov Jateng dalam penanganan jenazah terpapar COVID-19. Dengan melibatkan modin di 58 rumah sakit rujukan penanganan COVID-19 yang tersebar di Jateng, masyarakat menjadi tenang dan menerimanya. Saya juga berharap warga NU dan organisasi-organisasi keagamaan lainnya dapat menyosialisasikan ini kepada masyarakat,” jelasnya. 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *