Tikam Guru hingga Tewas, Siswa SMK di Manado Terancam Hukuman Seumur Hidup

  • Whatsapp

TAJUKMURIA.com, MANADO – FL (16), siswa SMK Ichtus di Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut) yang melakukan penganiayaan terhadap gurunya sendiri terancam dengan hukuman penjara seumur hidup.

“Pasal yang disangkakan adalah pasal 340 dengan ancaman hukuman seumur hidup atau dua puluh tahun,” ujar Kapolresta Manado Kombes Benny Bawensel, Selasa (22/10/2019). dilansir okezone.com pada (22/10/2019)

Benny menerangkan, karena pelaku masih di bawah umur, penyidik menggunakan berita acara undang-undang perlindungan anak, tetapi untuk sanksinya menggunakan KUHP Pasal 340.

Motif kejadian, menurut dia, karena ketersinggungan tersangka saat ditegur oleh gurunya. Bahkan, menurut Benny saat ditanya kepada tersangka apakah bisa merokok di sekolah dikatakannya boleh.

“Itu yang dia tidak bisa terima karena ditegur sama gurunya, dimarahi sama gurunya, dia pulang dan mengambil pisau dapur,” ujar dia.

Baca juga !  Buruan Daftar! Telkom Buka 1.000 Lowongan Kerja

Dia menjelaskan, kronologis kejadian berawal dari dua orang siswa, salah satunya termasuk tersangka terlambat masuk sekolah. Keduanya kemudian mendapat hukuman dengan memasukkan tanah ke dalam kantong plastik.

Selesai melaksanakan hukuman, keduanya istirahat dengan duduk-duduk di lingkungan sekolah sambil merokok. Saat asyik merokok itulah datang korban, Alexander Pangkey (54), Guru agama Kristen di SMK tersebut.

“Korban yang datang ke sekolah melihat siswanya merokok ditegur. Ternyata teguran korban itu tidak diterima oleh tersangka sehingga tersangka diperintahkan untuk pulang. Tersangka pulang ke rumah mengambil sebilah pisau dan kembali lagi ke sekolah,” ucap dia.

Pada saat kembali ke sekolah, tersangka melihat korban berada di atas sepeda motornya. Tersangka kemudian melakukan pengejaran dan melakukan beberapa kali tusukan ke tubuh korban.

“Pada saat terjadi penusukan itu, korban berusaha untuk menghindar lari ke halaman sekolah namun demikian oleh tersangka terus dikejar dan melakukan penusukan sampai beberapa kali ke tubuh korban,” kata mantan Kapolres Minahasa Selatan itu.

Baca juga !  Bawaslu Cabut Izin Pengembang Jurdil2019.org

Kejadian tersebut, lanjut Benny, sudah dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa enam orang saksi dan mengamankan tersangka serta melakukan koordinasi dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas) anak untuk melakukan pendampingan.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan saksi-saksi, sejauh ini masih tersangka tunggal, kita terus melakukan pendalaman, pemeriksaan terhadap saksi-saksi namun untuk sementara masih satu orang tersangka yang kita tetapkan sebagai pelaku,” urai dia.

Jenazah korban sendiri selesai diautopsi langsung dibawa ke Kelurahan Malendeng untuk dilakukan ibadah pelepasan kemudian dibawa ke kelurahan Sasaran, Tondano, Kabupaten Minahasa sore tadi untuk dikebumikan di sana.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *