Terjadi Ledakan di Pengolahan Jeans, Seorang Pemuda Alami Patah Tulang

  • Whatsapp

tajukmuria.com, Pekalongan – Warga Desa Tangkil Kulon Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan kemarin pagi dikejutkan suara ledakan di Home Industri pengolahan jeans Milik warga setempat yakni H.Nasrul Arkhan, Jum’at (15/11/2019).

Ledakan tersebut mengakibatkan salah satu karyawan pemilik Home Industri pengolahan jeans yakni Farizi, 24 tahun mengalami patah tulang betis kaki kanan, patah tulang pergelangan tangan kiri dan luka lebam dan memar di mata sebelah kiri.

Bacaan Lainnya

Loading...

Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, S.I.K., M.Si melalui Kasubbag Humas Iptu Akrom membenarkan bahwa telah terjadi kecelakaan kerja yang terjadi pada Home Industri pengolahan jeans di Desa Tangkil Kulon Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan.

Baca juga !  Bingung Cari Alternatif Wisata Libur Lebaran? Yuk Jelajahi Alam Petungkriyono

Sebelum terjadi musibah tersebut, salah satu karyawan lainnya tiba di lokasi pada pukul 07.00 Wib, saat itu juga ia menyuruh Korban untuk tidak menyalakan mesin oven (pengering kain) karena pada saat itu sendirian saja dan pekerja lainnya sedang libur.

Namun ia menyuruh Korban agar menyirami tanaman yang berada di depan yakni di halaman, dan tanpa ada yang menyuruh, Korban masuk kedalam ke tempat pengolahan jeans, selanjutnya tidak lama berselang kurang lebih 10 menit, terdengar suara ledakan dari dalam.

Baca juga !  Bocah Asal Pati Yang Dirawat di RSUP Karyadi Ternyata Bukan Dibakar Temannya

Mendengar suara ledajkan, ia langsung mengecek ke dalam mencari sumber ledakan dan ia melihat Korban sudah tergeletak di atas lantai didekat mesin oven dengan jarak 4 Meter. Saat itu juga Korban dilarikan ke RSI PKU Muhammadiyah pekajangan guna menjalani perawatan.

Kasubbag Humas Polres Pekalongan, Senin (18/11/2019) mengatakan, saat ini petugas kepolisian sedang melakukan penyelidikan terkait ledakan yang terjadi di Home Industri pengolahan jeans yang mengakibatkan Korban mengalami luka-luka.

“Polisi sudah melakukan olah TKP dan meminta keterangan para saksi, namun untuk Korban belum bisa dimintai keterangan karena kondisi korban masih belum stabil,” ucapnya. 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *