Terbukti Indisipliner, Dua ASN Pemkab Kudus Dipecat, Dua Turun Pangkat

  • Whatsapp

tajukmuria.com, Kudus- Empat Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Kudus mendapat sanksi tegas berupa pemecatan dan penurunan pangkat. Hukuman itu diberikan karena keempat pegawai negeri itu dinilai tidak patuh terhadap aturan ASN atau melanggar aturan disiplin kerja.

ASN yang mendapat sanksi penurunan pangkat adalah Direktur RSUD Dokter Loekmono Hadi Kudus dr Abdul Aziz Achyar dan pegawai di salah satu Puskesmas di Kudus yakni Sri Rejeki. Sedang dua ASN yang dipecat adalah Plt Sekdin BPPKAD, Ahmad Sofyan karena tersandung kasus jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Kudus yang kini telah diganjar hukuman penjara 26 bulan.

Bacaan Lainnya

Baca juga !  Ini Tahapan Pelaksanaan Pilkades Serentak 2019 di Kudus
Loading...

Satu ASN lainnya yang dipecat yaitu Wahyu Nugroho dengan jabatan terakhir pegawai TU disalah satu SMP Negeri di Kudus.

‘’SK pemecatan dan penurunan pangkat itu baru turun dari kementrian pada Senin (3/2) pekan lalu,’’ ungkap Plt Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kudus Catur Widiyatno, Selasa kemarin.

Catur menjelaskan, untuk kasus yang menimpa dr Abdul Aziz Achyar, diberi sanksi tegas berupa penurunan pangkat dari golongan 4C ke 4B akibat indisipliner.

Baca juga !  Anak Punk Tewas Dikeroyok di Bendungan Pecangaan Jepara, Satreskrim Polres Jepara Gelar Rekontruksi

Sanksi diberikan sebagai bentuk teguran dan pelajaran, agar dikemudian hari tidak melakukan kesalahan serupa.

‘’Sejak dulu hanya ditegur secara lisan. Dan sekarang harus diberi sanksi agar tidak mengulangi lagi,’’ tegasnya.

Sementara dua ASN lain dikenai sanksi pemecatan. Wahyu Nugroho dipecat karena terlibat kasus kriminal. Sedang Ahmad Sofyan telah divonis hukuman 26 bulan oleh pengadilan Tipikor Semarang.

Sofyan diadili setelah terkena kasus operasi tangpat tangan (OTT) KPK pada 26 Juli 2019.

Pihaknya juga telah mengajukan tiga ASN di lingkungan Pemkab Kudus ke Kementerian Dalam Negeri untuk mendapatkan sanksi karena tindakan indisipliner. “Sanksi diberikan ntara lain karena mangkir kerja dalam waktu cukup lama,”.(Him)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *