Tak Kantongi Izin, Kosan di Wergu Kulon Kudus Disegel

  • Whatsapp

tajukmuria.com, Kudus – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kudus bersama Babhinsa, Bhabinkamtibmas, Pemerintah Kelurahan Wergu Kulon dan maayarakat menyegel sebuah kosan yang terletak di RT 5 RW 1 Kelurahan Wergu Kulon, Jumat (27/12).

Tindakan penyegelan kosan milik DR ini merupakan buntut dari kekesalan warga atas keberadaan usaha kos-kosan yang dinilai meresahkan masyrakat. Terlebih, pemilik kosan telah berulangkali mendapatkan teguran dari warga. Akan tetapi agaknya hal itu kurang diindahkan.

Bacaan Lainnya

Loading...

“Sudah berulang kali mendapat teguran dan menandatangani kesepakatan dengan warga. Tetapi belum juga direalisasikan,” kata Lurah Wergu Kulon, Ninuk Herdjini saat ditelpon media ini.

Baca juga !  Berikan rasa Aman Jelang Perayaan Natal, Polres Kudus Sterilisasi 34 Gereja

Dia menyebut pemilik kosan itu telah melanggar Perda. Lantaran tidak melengkapi usahanya dengan izin mendirikan bangunan (IMB), izin usaha kosan serta tidak membayar retribusi pajak hotel dan kosan.

Selain itu, kos putra-putri tersebut dianggap meresahkan warga. Karena para penghuni kos putra dan putri dibiarkan tinggal satu atap, dengan desain bangunan yang tertutup.

“Hal semacam ini kan menimbulkan keresahan di masyarakat,” lanjutnya.

Atas penyegelan ini, dirinya mewakili warga Wergu Kulon berharap agar pemilik kos bisa segera mengurus sejumlah izin sesuai dengan Perda. Dan merubah desain bangunan kosan yang dimiliki.

Baca juga !  Plt. Bupati Serahkan Bantuan Kesejahteraan Pemuka Agama

“Warga minta agar bangunan kosan itu dilengkapi dengan ruang terbuka hijau. Agar warga bisa ikut memantau aktivitas di dalam kosan, begitupun sebaliknya,” harapnya.

Sementara itu, Djati Solechah, Kepala Satpol PP Kudus mengungkapkan ada empat penghuni kos yang ditemui pihaknya saat penyegelan. Mereka adalah ZA (18) dan RS (20) yang keduanya berstatus pelajar asal Kabupaten Kudus. Kemudian dua lainnya adalah AS (16) asal Kebupaten Semarang dan DP (19) asal Kabupaten Bandung.

“Keempatnya akan kami binaan sebelum kami pulangkan ke kampung halamannya,” beber dia.

Sementara penutupan kosan itu akan dilakukan hingga batas waktu yang belum bisa ditentukan. Sembari menunggu i’tikat baik dari pemilik kos.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *