Tahun Ini, 128 Orang Terkena Virus HIV/AIDS di Jepara

  • Whatsapp

tajukmuria.com, Jepara – Pemerintah Kabupaten Jepara kini nampaknya memiliki pekerjaan rumah tambahan, menyusul tingginya angka penyebaran kasus HIV/AIDS di Jepara. Sampai bulan November 2019 Jepara menduduki peringkat kedua terbanyak kasus HIV dan peringkat lima belas kasus AIDS di Jawa Tengah.

Asisten Bidang Pembangunan Setda Jepara Mulyaji mengaku prihatin atas munculnya salah satu pemicu penyebaran virus HIV/AIDS, yakni fenomena di kalangan remaja yaitu suka dengan sesama jenis, antara laki-laki suka dengan laki-laki, sehingga perlu pengkajian serius.

Bacaan Lainnya

Loading...

Kecemasan itu dikemukan pada rapat koordinasi penanggulangan HIV/AIDS di Ruang Rapat Sosrokartono Setda Jepara, Senin (23/12). Rapat ini sebagai tindak lanjut maraknya kasus HIV/AIDS di Jawa Tengah, termasuk Jepara.

Baca juga !  Kandang Ayam Warga Donorojo Jepara Ludes Dilalap Api, Kerugian Capai Rp 150 juta

Tahun ini, temuan kasus HIV/AIDS di Jepara melonjak. Kurang dari setahun, sejak Januari-November tahun 2019 ini saja, ditemukan 128 orang terjangkit virus HIV/AIDS. Darurat penyebaran kasus HIV/AIDS di Jepara menjadi pekerjaan rumah Pemerintah Kabupaten Jepara.

Pemkab Jepara bersama stakeholder berupaya mencari solusi agar penyebaran virus tersebut dapat terputus mata rantainya. ”Kondisi ini menjadi satu musibah sekaligus prestasi. Prestasi karena temuan ini berarti pengendaliannya bisa disiapkan. Berbeda kalau tidak diketahui dan justru terus berkembang,” katanya.

Menurutnya, banyaknya pasien yang diketahui menderita HIV menjadi tanggung jawab bersama, dibutuhkan komitmen bersama untuk mengeliminasi perkembangan virus HIV/AIDS.

Baca juga !  Jelang Tahun Baru 2020, Kapolres Blora Imbau Masyarakat Waspada Peredaran Upal

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan, M Fakhrudin menyampaikan, 128 kasus HIV/AIDS tersebut dibagi menjadi dua kategori, yaitu kasus HIV 94 orang dan AIDS 34 orang. Mereka tersebar di hampir seluruh Jepara dan justru didominasi oleh ibu rumah tangga.

”HIV adalah adalah virus yang dapat menyebabkan kerusakan sistem kekebalan tubuh. Adapun IAds adalah perkembangan ketika HIV telah menyebabkan kerusakan serius pada sistem kekebalan tubuh,” teragnya.

Dengan kondisi ini, diperlukan kerja keras secara bersama mencegah pertumbuhan virus HIV/AIDS. Peran dari pemerintah serta organisasi lainnya bersama masyarakat diharapkan dapat mengkoordinasi sebagai komitmen memutus mata rantai, sehingga tidak menularkan kepada orang lain.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *