Sidang Lanjutan Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan, Staf khusus Bupati Punya Peran Kuat dalam Penentuan Promosi Jabatan

  • Whatsapp

tajukmuria.com, Semarang – Sidang lanjutan atas perkara dugaan jual beli jabatan yang dilakukan Bupati Nonaktif HM Tamzil kembali digelar pada Senin (30/12) siang. Dalam sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua Sulistyono itu mendengarkan keterangan lima orang saksi.

Saksi pertama yang diperiksa secara terpisah adalah Akhmad Shofian. Hal itu atas permintaan terdakwa Tamzil.

Bacaan Lainnya

Loading...

Kemudian empat saksi lainnya diperiksa bersamaan. Diantaranya, Kepala Bagian Organisasi Setda Kudus Rini Kartika Hadi Ahmawati, Kasubid Pengembangan Pegawai BKPP Kudus Hendro Muswinda, Plt Kepala BKPP Kudus Catur Widyatno, dan protokol Bupati Kudus Norman Rifki Dinanto.

Baca juga !  Inspektorat Jateng Terbaik Nasional, KPK Beri Selamat ke Ganjar

Dalam keterangannya, Akhmad Shopian mengaku pernah meminta tolong kepada rekan kerjanya di Disdukcapil untuk membantu Karir nya. Diketahui jika rekan kerjanya itu menjadi ajudan Bupati Kudus.

Sementara menurut, Plt Kepala BKPP dan Kasubid Pengembangan Pegawai, Catur Widyatno dan Hendro Muswinda menyebut jika Agus Soeranto ( Staf khusus Bupati) memiliki peran kuat dalam penentuan promosi pejabat.

“Agus Soeranto punya peran kuat dalam hal ini,” kata Catur Widyatno.

Diketahui jika Agoes Soeranto merupakan orang kepercayaan Tamzil dalam segala urusan, termasuk pembuatan draft daftar nama pejabat yang akan dimutasi dan promosi.

Baca juga !  Tersangka Akhmad Shofian Diduga Penyuap Bupati Nonaktif Kudus M Tamzil Segera Jalani Sidang di Pengadilan Tipikor Semarang

Selain itu juga terungkap jika pembuatan draft daftar tersebut dilakukan disalah satu hotel di Kudus atas inisiasi Agoes Soeranto serta ditemukan kuitansi atau bill pembayaran atas nama yang bersangkutan.

Sedang Staff TU Norman Rifki menjelaskan jika pihaknya dimintai tolong Agoes Soeranto untuk membawa sebuah tas untuk dibawa ke rumah dinas staf khusus Bupati.

“Saya tidak terlalu memperhatikan, hanya Pak Agus tiba-tiba meminta tolong saya membawa tersebut ke rumah dinas. Selang setelahnya ada OTT,” lanjutnya.

Belakangan terungkap jika tas tersebut berisi uang suap yang diserahkan kepada Bupati Nonaktif Tamzil. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *