Pura-Pura Tanya Alamat, Pria di Grobogan Ini Curi Dompet dan Kuras Uang di ATM

  • Whatsapp

TAJUKMURIA.com, Grobogan – Berdalih menanyakan alamat, Saeful Anwar warga Desa Tungu Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan menggasak dompet milik Yogo di Desa Kramat Kecamatan Penawangan, Senin (14/2019). Dompet yang berisi KTP dan ATM serta uang tunai sebesar Rp. 200.000,- diambil oleh Saeful Anwar.

Mengetahui kejadian tersebut, Korban segera mengecek rekening BRI miliknya. Dan benar rekening korban telah terkuras sebanyak Rp. 38.000.000,-. Mengetahui hal tersebut, Korban melaporkan ke Polsek Penawangan.

Bacaan Lainnya

Loading...

Dari hasil Penyelidikan, jajaran Sat Reskrim Polsek Penawangan yang dipimpin langsung Kapolsek AKP Sapto diperoleh kesimpulan dan mengarah kesalah satu orang yang diduga pelaku.

Baca juga !  Pencuri Spesialis Rumah Kosong Dibekuk Resmob Polres Demak

Selanjutnya unit reskrim melakukan penyelidikan keberadaan yang diduga pelaku di Desa Tungu kecamatan Godong namun dugaan pelaku sudah pergi dan tidak berada di wilayah tersebut kemudian dilakukan penyelidikan kembali sehingga memperoleh informasi bahwa dugaan pelaku berada di wilayah kecamatan Bonang kabupaten Demak.

Kapolsek Penawangan AKP Saptono Widyo menyampaikan, pelaku berhasil membobol ATM milik korban karena Pelaku juga memiliki ATM dengan PIN identitas tanggal, bulan dan tahun lahir.

“Setelah mencoba 3 kali, pelaku berhasil membobol ATM milik Korban,” kata AKP Saptono, Minggu (19/10).

Dari perbuatan pelaku, Polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 (satu) buah ATM BRI warna biru yang diduga milik korban yang telah diambil pelaku, 1 (satu) buah ATM BRI warna kuning milik pelaku serta uang tunai sebesar Rp. 34.000.000,- ( tiga puluh empat juta rupiah) hasil penarikan tunai pelaku dari ATM BRI milik korban serta 1( satu) unit Spm Honda Vario warna coklat yang digunakan pelaku sebagai alat transportasi

Baca juga !  Polres Grobogan Berhasil Ungkap Kasus Curras di Klambu

Akibat perbuatan tersebut, pelaku dijerat dengan pasal 362 dengan acaman pidana penjara paling lama lima tahun.

Kapolsek Penawangan AKP Saptono juga menghimbau agar warga masyarakat yang menggunakan ATM untuk lebih hati – hati, apalagi dalam penggunaan ATM tidak menggunakan dengan PIN identitas tanggal, bulan dan tahun lahir.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *