Polres dan BPBD Grobogan Gelar Latihan Bersama

  • Whatsapp

tajukmuria.com, Grobogan – Menjelang masuknya musim hujan, tim SAR dari Polres Grobogan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan mulai melakukan persiapan.Yakni, menggelar pelatihan penanganan korban banjir yang dilangsungkan di Sungai Serang, Selasa (07/1/2020).

Puluhan peserta diajari cara berenang yang efisien dalam upayamengevakuasi korban tenggelam. Tidak hanya itu, mereka juga diajari caramengoperasikan prahu karet dengan menggunakan mesin dan dengan cara mendayung.

Bacaan Lainnya

Baca juga !  Pencuri Sepeda Kambuhan di Grobogan Berhasil Diringkus Polisi
Loading...

”Dalam latihan tersebut memperagakan bagaimana tim SARmemberikan pertolongan bagi warga yang telenggelam dan terjebak dalam genangan air,” kata Kabag Ops Kompol Sutomo

Kabag Ops berharap, latihan gabungan yang baru kali pertamadigelar ini, bisa berjalan konsisten. Minimal satu bulan sekali. Tujuannya,agar para personel terus terasah kemampuannya dalam bidang SAR. Juga untukmeningkatkan kerja sama dan sinergitas antar instansi.

”Ini sebagai langkah antisipasi, jika sewaktu-waktu terjadi bencana banjir. Diharapkan dengan adanya latihan ini, anggota Polri terbiasadan mampu melaksanakan tugas-tugas pertolongan dan penyelamatan korbantenggelam,” harapnya.

Sementara itu, Kapolres Grobogan AKBP Ronny Tri Prasetyo Nugroho mengatakan, pelatihan dilakukan untuk mengasah kemampuan anggota Sabhara dalammateri SAR, agar dapat secara profesional menangani bencana alam. Hal ini salahsatu bentuk pelayanan terhadap masyarakat.

Baca juga !  Menang Pilkades, Pendukung Kompak Cukur Gundul

”Sat Sabhara selain menciptakan situasi aman dan kondusif, jugaharus siap siaga dalam menanggulangi semua bencana,” ujarnya.Dia menambahkan, Kabupaten Grobogan merupakan daerah yang rawanbencana. Baik banjir, tanah longsor, kebakaran, dan bencana lain. Dengan adanyapelatihan gabungan ini, diharapkan polisi dapat membantu tim SAR BPBD.”Jangan sampai anggota kami jadi korban dalam upaya penanggulanganbencana alam, karena kurangnya materi pelatihan SAR,” jelasnya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *