Pesona Wisata Karang Jahe Beach, Menawarkan Keeksotisan Pasir Putih

  • Whatsapp

TAJUKMURIA.COM, REMBANG – Bila Anda menjadikan wisata pantai  sebagai pilihan untuk mengisi waktu liburan bersama keluarga dan kerabat,  Pantai Karang Jahe bisa menjadi salah satu pilihan. 

Destinasi wisata yang lebih keren dengan sebutan Karang Jahe Beach (KJB)  ini ada di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Ikon baru wisata pantai di wilayah pantai utara (pantura) ini berada di Desa Punculharjo, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang. Tepatnya  di Jalan Rembang-Lasem 7,5 km, di pinggir jalur utama Semarang-Surabaya. 

Bacaan Lainnya

Loading...

Pantai Karang Jahe atau biasa disebut juga dengan nama Karang Jahe Beach (KJB) ini populer dengan panorama cemara yang ditanam di pinggir pantai. Pada mulanya, cemara tersebut ditanam untuk tujuan mengurangi pengikisan pantai yang terjadi pada pantai tersebut.

Namun, ternyata jadinya melebihi ekspektasi. Selain mengurangi abrasi, penanaman cemara malah semakin menciptakan pantai tersebut sejuk dan menawan. Tak hanya cemara yang menjadi ciri khas wisata pantai Rembang ini, tapi juga ada pasir putih yang menghampar disepanjang pantai tersebut yang masih higienis dan natural.

Nah, buat kau para wisatawan kota Rembang yang tidak ingin ketinggalan menikmati objek wisata ini sanggup eksklusif mampir ke desa Punjulharjo. Ada apa saja di Pantai Karang Jahe atau Karang Jahe Beach (KJB)?
Ya, pantai ini cocok buat sekedar wisata atau acara sekolah menyerupai outbound atau pengamatan. Untuk wisata, kau sanggup duduk dihamparan pasir beralas tikar yang telah disediakan ataupun sanggup eksklusif beralas pasir putih.

Baca juga !  Pelaku Pencurian Diringkus Saat di Warung Kopi

Untuk acara outbound, di Karang Jahe Beach (KJB) tersebut sudah disediakan tempat-tempat khusus untuk acara game outbound. Tak hanya itu, wisata kota Rembang ini juga cocok buat kita yang hobi hunting foto. Apalagi kalau foto shoot tersebut dilakukan dikala sunrise ataupun sunset. tentu akan sangat menarik.

Nah, untuk acara pengamatan atau observasi pun juga cocok sekali dilakukan oleh guru yang ingin mengajarkan ekosistem pantai terhadap anak didiknya alasannya Pantai Karang Jahe tersebut terbilang masih alami dan belum mengalami perubahan sangat besar. Pantai Karang Jahe tersebut sanggup berfungsi sebagai media atau sumber pembelajaran yang nyata.

Wisata KJB ini semula dikelola Karang Taruna Punculharjo sekarang dikelola Badaan Usama Milik Desa (BUMDes) Punjulharjo. Keeksotisan hamparan pasir putih sepanjang sekitar 800 meter dengan air laut yang bersih, serta jejeran pohon cemara di tepi pantai.  

Untuk masuk ke KJB pengunjung tidak perlu membayar tiket alias gratis. Pengunjung hanya membayar karcis parkir untuk sepeda motor Rp5.000 dan mobil Rp15.000, dan bus Rp50 ribu. Bersihnya air laut menarik wisatawan untuk menyeburkan diri menikmati sensasi kesegaran air laut. Mereka dapat beramain-main di tengah ombak yang tidak terlalu tinggi.

Bila mengajak anak-anak, pengunjung  bisa menyewa perahu karet yang disediakan warga sekitar. Biaya sewa perahu yang dapat dinaiki empat orang sepuasnya ini cuma Rp25 ribu. Kalau menghendaki hal yang menantang,  naik banana boat yang ditarik kapal berkecepatan tinggi  bisa menjadi pilihan. Cukup membayar Rp35.000 per orang.

Baca juga !  Diduga Kontruksi Tak Kuat , Atap dan Kubah Masjid di Karangasem Rembang Runtuh

Penumpang banana boat yang mengenakan baju pelampung itu nantinya akan diceburkan ke laut secara bersama-sama, sehingga menimbulkan keseruan.

Puas bermain air laut, bisa menyewa motor ATV  dengn ongkos Rp25.000 per 30 menit untuk menyusuri tepi pantai yang berpasir.  Bisa juga naik odong-odong hias, dengan membayar Rp5 ribu untuk anak-anak dan Rp10 ribu untuk orang dewasa.

Badan kotor terkena pasir dan air laut tidak perlu dirisaukan karena tersedia puluhan kamar mandi dengan fasiltas air tawar untuk membersihkan badan. Cukup membayar Rp2.000.

Menurut seorang petugas karcis KJB Margionoa, jumlah pengunjung ramai pada saat liburan Sabtu-Minggu, dan hari libur nasional.  “Pada hari libur Sabtu-Minggu mencapai 10.000 orang. Saat libur Lebaran bahkan  sampai 29.000 pengunjung per hari,” katanya.

Pengunjung tidak hanya dari wilayah Rembang, tapi juga dari berbagai daerah seperti Jepara, Blora, Semarang, Bekasi, Jakarta, dan Surabaya. Salah satu pengunjung asal Bekasi, Khalis, mengaku  menyempatkan berkunjung ke KJB bersama keluarga setiap Lebaran.  “Liburan di KJB, murah meriah dan menyehatkan bagi anak-anak,” kata dia.

Setelah puas bermain air laut dan aneka permainan, wisatawan bisa bersantai di bawah pohon cemara,  duduk beralaskan tikar  sembari menikmati aneka makanan dan minuman. Ada puluhan pedagang yang siap melayani permintaan makanan seperti nasi pecel, gado-gado, dan mi instan,  serta minuman teh, jeruk, kopi, dan kelapa muda dengan harga terjangkau.

Untuk kenang-kenangan tersedia sejumlah kios yang menjual aneka suvenir seperti kaos berbagai ukuran, tas, dan gantungan kunci bertuliskan KJB.

Sumber : Gatra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *