Tajuk Pati

Selasa, 23 April 2019 - 07:28 WIB

2 tahun yang lalu

logo

Anggota Mapala Universitas Muria Kudus tengah menanam mangrove di pantai Desa Pohijo, Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati, Minggu (21/4/2019).

Anggota Mapala Universitas Muria Kudus tengah menanam mangrove di pantai Desa Pohijo, Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati, Minggu (21/4/2019).

Peringati Hari Bumi, Mapala Arga Dahana UMK Tanam 6.500 Mangrove

TajukMuria.Com, Pati – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mapala Arga Dahana Universitas Muria Kudus (UMK) kembali melakukan aksi nyata untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap planet yang ditinggali oleh seluruh mahluk hidup yaitu bumi.

Aksi nyata ini masih dalam rangkaian peringatan Hari Bumi yang jatuh pada tanggal 22 April kemarin. Aksi ini berupa Penanaman 6.500 tanaman mangrove di pantai Desa Pohijo, Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati juga menggandeng komunitas lingkungan dan juga masyarakat di Desa Pohijo. Minggu, (21/4/2019).

Ketua Panitia Eva Yuliana mengatakan, kegiatan tanam mangrove dilakukan karena melihat kondisi pantai yang mengalami abrasi.Melihat kondisi tersebut akhirnya muncul ide untuk tanam mangrove di lokasi yang dianggap membutuhkan.

Baca juga !  Mulai Menipis Tergerus Aliran Air Sungai, 1,6 Km Tanggul di Hadiwarno Dinilai Kritis

“Selain tanam mangrove, kami juga ada sosialisasi,” kata Eva.

Banyak manfaat yang didapat dari penanaman mangrove, antara lain mencegah intrusi air laut, mencegah erosi dan abrasi pantai, sebagai pencegah dan penyaring alami hingga berperan dalam pembentukan pulau dan menstabilkan daerah pesisir.

Sehingga pihaknya memilih tanam mangrove untuk tahun ini melihat banyaknya manfaat tersebut.

Tak hanya itu, pihaknya juga melakukan kegiatan bersih-bersih pantai, karena kondisi pantai kurang terawat.

Semua kegiatan tersebut dilakukan dengan melibatkan komunitas lingkungan dan masyarakat sekitar, termasuk pemuda karang taruna desa setempat.


Anggota Mapala Universitas Muria Kudus tengah menanam mangrove di pantai Desa Pohijo, Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati, Minggu (21/4/2019).

Untuk komunitas yang diundang dalam kegiatan tersebut sekitar 20 komunitas, mayoritas komunitas dari Kabupaten Pati.

Baca juga !  Rumah Warga Pucakwangi Pati Roboh Disapu Angin Lisus

Pelibatan banyak komunitas juga sebagai ajang silaturrahim dan sharing dalam menjaga lingkungan. Karena untuk menjaga lingkungan harus melibatkan banyak pihak.

Dengan melibatkan masyarakat sekitar, tujuannya bisa turut serta dalam proses perawatan tanaman mangrove yang ditanam.

Karena mereka yang paling dekat dengan lokasi, sehingga bisa memonitor setap saat.

“Kamipun juga akan melakukan perawatan hingga tumbuh baik, dengan pelibatan masyarakat sekitar akan lebih maksimal,” katanya.

Dengan kegiatan tersebut, diharapkan mampu memberikan manfaat kepada lingkungan dan berdampak positif kepada masyarakat.

Selain itu, yang paling penting bisa menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan, terutama tanaman mangrove.

Artikel ini telah dibaca 327 kali

Baca Lainnya