Operasi Sikat Candi 2019, Polres Demak Berhasil Bekuk 6 Begal Sadis Dari Berbagai Wilayah

  • Whatsapp

TAJUKMURIA.com, Demak – Enam begal yang kerap beraksi di wilayah Kabupaten Demak diringkus polisi. Mereka tergolong sadis dan tidak segan-segan melukai korban dengan senjata tajam saat beraksi.

Keenam tersangka tersebut adalah Muhammad Aji Saputro (16), warga Bandungrejo Kecamatan Mranggen; Muh Handoko (28), warga Talun, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati; dan Muhammad Sudaryanto alias Penguk (28), warga Jragung, Kecamatan Karangawen.

Bacaan Lainnya

Loading...

Tiga pelaku lainnya adalah Indra Agung Prawibowo (20), warga Ringinjajar, Kecamatan Mranggen; Ali Ma’sum (27), warga Penggaron Kidul, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang; dan Achmad Ulil Absor (28), warga Plamongansari, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang.

Baca juga !  Sembilan Hari Ops Patuh Candi, Sat Lantas Polres Semarang Sudah Tilang 2.377 Pengendara

Kapolres Demak AKBP Arief Bahtiar menuturkan keenam tersangka berasal dari tiga jaringan yang berbeda.

“Ini ada yang satu jaringan dan beda jaringan. Ada beberapa yang tergolong sadis dengan melukai korbannya menggunakan golok,” ujarnya kepada wartawan di kantornya, Selasa (29/10/2019).

Para tersangka ini akan dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dan pemerasan,ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara.

Selain meringkus para tersangka polisi juga mendata wilayah rawan kriminal.

“Selain itu polisi juga terus melakukan tindak presentif dengan mendeteksi daerah yang rawan kriminal terutama aksi curas,” pungkasnya.

Salah satu tersangka MS mengaku lebih dari lima kali membegal.biasanya beraksi di Grobogan dan Boyolali, terakhir dikecamatan Mranggen Demak.

Baca juga !  Berhasil Diringkus Polisi, Pembegal Siswi SMP di Rembang Mengaku Beraksi di Tiga TKP

“Saya lima kali membegal. Terakhir di Demak terus tertangkap. Pernah juga tertangkap di Bogor saat kerja diproyek,” katanya

“Saya biasa merampas tas atau HP.
Kalau korban melawan saya bacok.
Terakhir di Demak saya tebas punggungnya,” terangnya

Pemuda yang akrab disapa Penguk ini sudah dua kali berurusan dengan Polisi karena kasus perkelahian dan penjambretan.

“Ini yang ketiga kali saya berurusan dengan polisi. Saya belum menikah.
Uang hasil beraksi saya buat senang-senang dan mabuk,” jelasnya

Dari pengakuan mereka, imbuh Arief, aksinya bukan hanya di Demak, tapi juga Pati, Grobogan, dan Semarang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *