Oknum PNS TU Kejari Rembang Tilap Duit Tilang Rp 3 Miliar untuk Beli Burung

  • Whatsapp
Staf Kejari Rembang yang tilap uang tilang menutup wajahnya. Foto: Dok. Istimewa
Staf Kejari Rembang yang tilap uang tilang menutup wajahnya. Foto: Dok. Istimewa

TAJUKMURIA.COM, SEMARANG – Pegawai Tata Usaha Kejaksaan Negeri (Kejari) Rembang, Adian Nur Cahyo diduga melakukan aksi korupsi terhadap uang denda tilang. Tak tangung-tanggung nilainya mencapai Rp 3 miliar lebih.

Pasalnya aksi korupsi itu dilakukan sejak tahun 2015 hingga 2018 lalu. Informasinya, uang hasil menilep duit tilang itu sebagian besar digunakan untuk membeli burung.

Bacaan Lainnya

Loading...

“Pengakuannya digunakan beli burung. Dia sering lomba burung. Saya tidak tanya detail berapa burung, saya tanya tadi mengaku buat beli burung,” kata Aspidsus Kejaksaan Tinggi Jateng, Ketut Sumadana, Jumat (16/8).

Baca juga !  Dua Truk Terlibat Laka Lantas di Raci Batangan, Satu Toko Rusak Berat Kena Hantam

Ketut mengatakan Ardiyan menilap duit tilang itu sejak tahun 2015 hingga tahun 2018. Barang bukti yang diamankan antara lain dokumen tilang.

“Ada tim pemeriksaan datang ke Kejati Rembang, rutin sebenarnya. Ternyata 2015-2018 tidak ada setoran denda tilang,” jelas Ketut.

Aksi Ardiyan selama tiga tahun itu baru terbongkar tahun 2018. Begitu terbongkar, ia sempat kabur 3 bulan sebelum akhirnya ditangkap di rumahnya.”Anak ini waktu diperiksa pengawasan sempat menghilang 3 bulan,” ujarnya.Kini, Ardiyan sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Baca juga !  Gelapkan Uang Puluhan Juta, Makelar Mobil Berhasil Diamankan Polisi

Menurut Ketut, negara merugi sebesar Rp 3,025 miliar akibat perbuatan Ardiyan. Apa yang dilakukan Ardiyan, kata Ketut, masuk dalam tindak pidana korupsi. Kasus ini kemudian ditangani Kejati Jateng.

Pengganti kerugian negara bisa dialihkan dengan menyita aset milik tersangka, seperti rumah ataupun tanah.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 2 dan 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana korupsi.

Akibat perbuatannya, Ardiyan juga terancam dipecat. Usulan pemecatan itu langsung diajukan ke Kejaksaan Agung.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *