Kereta Api Pengangkut Semen Anjlok di Blora, 10 Gerbong Terguling

  • Whatsapp

tajukmuria.com, Blora – Manajer Humas PT KAI Daops IV Semarang Krisbiyantoro mengatakan, PT KAI masih berupaya mendalami penyebab anjloknya kereta api (KA) barang angkutan semen di jalur II Stasiun Doplang, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Kamis (12/12/2019).

Menurut dia, akibat tergelincirnya KA barang dari arah jakarta menuju Surabaya mengakibatkan kerusakan pada sejumlah konstruksi rel KA. Di antaranya kerusakan material pada bantalan beton jalur KA, kerusakan besi rel dan kerusakan wesel atau alat pengatur jalur KA. “Jadi 10 gerbong datar terguling dan satu gerbong mengalami anjlok dua AS roda (bogie depan),” kata Krisbiyantoro dilansir oleh Kompas.com

Bacaan Lainnya

Baca juga !  Produksi Garam Jateng Melimpah, Capai 1,043 Juta Ton di 2019
Loading...

Atas insiden ini, sambung dia, PT KAI menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Terutama bagi masyarakat di sekitar lokasi anjloknya KA barang tersebut. “Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan dengan terjadinya gangguan perjalanan Kereta Api. Dan kami seluruh petugas berusaha semaksimal mungkin untuk normalisasi jalur supaya kedua jalur baik hulu maupun hilir lancar kembali. Terima kasih,” pungkasnya.

Untuk diketahui, KA barang angkutan semen anjlok di Stasiun Doplang, Kabupaten Blora, Jawa tengah, Kamis (12/12/2019) siang sekitar pukul 11.18 WIB. KA yang melaju dari Stasiun Kampung Bandan, Jakarta menuju Stasiun Kalimas, Surabaya tergelincir hingga keluar dari jalur rel di KM 52+926 tepatnya di jalur II Stasiun Doplang.

Baca juga !  Pembunuhan Warga Kedungtuban Blora Dilatar Belakangi Hubungan Asmara

Manajer Humas PT KAI Daops IV Semarang, Krisbiyantoro, menyampaikan, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Menurut dia, KA barang tersebut menarik 20 gerbong berisi semen dengan berat 1.136 ton. “Info diketahui terjadinya musibah ini berawal dari masinis kereta api barang tersebut dengan No CC 2061321.

Rangkaian kereta api semen yang mengalami musibah, pada urutan gerbong ke-10 sampai dengan urutan terakhir. Tak ada korban jiwa,” kata Krisbiyantoro.

Meski demikian, akibat musibah tersebut, di emplasemen stasiun Doplang tetap masih dapat digunakan untuk operasional KA baik dari barat maupun dari timur. Pola operasi yang digunakan adalah pengoperasian jalur tunggal yang masih berfungsi yaitu jalur hilir.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *