Jelang Penetapan, Puluhan Bacakades di Pati Mengundurkan Diri

  • Whatsapp

tajukmuria.com, Pati – Sebanyak 31 bacakades mengundurkan diri sebelum penetapan. Sementara itu, ada 15 pasang suami istri (pasutri) pada pilkades 21 Desember nanti.

Kabag Tata Pemerintahan Setda Pati Teguh Widyatmoko melalui Kasubbag Bina Pemdes Indah Pebriana mengatakan, ada 282 cakades yang telah ditetapkan pada pilkades serentak di 121 desa. Sebelumnya, ada 122 desa yang menyelenggarakan pilkades. Namun, karena ada calon tunggal di Desa Ngablak, Cluwak, maka pilkades di desa itu ditunda.

Bacaan Lainnya

Loading...

Menurutnya, ada 313 pendaftar yang mencalonkan diri pada pilkades. Namun pada saat penetapan, hanya 282 calon kades yang ditetapkan oleh panitia di masing-masing desa penyelenggara pilkades. Ada 31 pendaftar yang mengundurkan diri sebelum penetapan. Mereka ditengarai merupakan calon bayangan.

Baca juga !  82,40 persen Alokasi Dana Desa Tahun 2020 Dianggarkan untuk Gaji Kades dan Perangkatnya

”Calon bayangan tersebut dipasang sebagai antisipasi kurangnya jumlah calon pada pilkades. Misalnya, calon itu kerabatnya sendiri. Jika ada calon lain, dia mengundurkan diri. Sebab, syarat desa bisa mengikuti pilkades calonnya lebih dari satu orang,” katanya.

Calon yang hanya satu pada pilkades bisa menggagalkan pesta demokrasi di tingkat desa tersebut. Seperti di Desa Ngablak, Cluwak, ada satu calon mengundurkan diri, satu calon lagi tidak memenuhi syarat. Sontak hanya ada satu calon. Kondisi tersebut, membuat pilkades di desa itu harus ditunda.

Baca juga !  Pati Utara Dihajar Banjir, Air Sampai Selutut Orang Dewasa

”Untuk mengantisipasi hal itu, ada beberapa desa yang memasang calon bayangan. Setelah terpenuhi jumlah calon, calon bayangan mengundurkan diri. Calon yang mengundurkan diri itu, diproses sebelum penetapan. Kalau sudah penetapan tapi mengundurkan diri, tidak bisa diproses. Seperti di Desa Winong, Kecamatan Kota, mundur setelah penetapan. Itu tidak bisa diproses dan nanti gambarnya masih terpasang,” ungkapnya.

Ia menambahkan, dari 282 calon kades, ada 15 calon yang merupakan pasutri. Hal itu juga ditengarai supaya calonnya lebih dari satu, jika di desa tersebut sejak awal yang nyalon hanya satu.

Cakades pasutri itu, ada di Desa Ngagel, Dukuhseti; Desa Kadilangu, Trangkil; Desa Gadingrejo, Juwana; serta Desa Kedalingan dan Karangwono, Kecamatan Tambakromo.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *