Jagong Bareng, Kapolres Pati Banyak Terima Masukan Warga

  • Whatsapp

tajukmuria.com, Pati – Kepolisian Republik Indonesia terus berupaya untuk membangun sinergitas dengan masyarakat, dalam menciptakan keamanan dan kondusifitas wilayah. Salah satunya dengan berdialog bersama masyarakat secara langsung melalui kegiatan “Jagong Bareng Kapolres Pati” yang untuk kali pertama diselenggarakan di aula Kecamatan Sukolilo dilanjutkan di Kecamatan Kayen, Selasa malam (10/12/2019).

Mengawali tugas-tugasnya sebagai Kapolres Pati, AKBP Bambang Yudhantara Salamun, SIK menyempatkan untuk bertemu dengan tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh masyarakat serta organisasi masa. Dari pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam, Kapolres AKBP Bambang Yudhantara Salamun SIK banyak menerima masukan dan keluhan saat sesi tanya jawab.

Bacaan Lainnya

Loading...

Salah satunya pertanyaan dari Kades Wotan Madekur menyampaikan, adanya kendala warganya yang kesulitan membuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) bila tanpa jasa calo. Namun Pemdes Wotan mengapresiasi kerja keras Polsek dan Koramil Sukolilo dalam menangani konflik antara warga Desa Wotan dan Desa Baturejo sehingga sekarang dapat terpelihara ketentraman dan kerukunan warga di dua desa bertetangga ini.

Baca juga !  Kapolres Pati : Nelayan yang Ke Natuna Tetap Patuhi Aturan dan Bawa Alat Keselamatan

Lain halnya dengan warga Desa Kedumulyo Supriyadi yang mengeluhkan izin keramaian di Polsek Sukolilo yang hanya mengizinkan pertunjukan dangdut saat syawalan pada siang hari, dan tidak lebih dari satu pertunjukan dalam sehari musik.

Saat menjawab pertanyaan itu, Kapolres Pati AKBP Bambang Yudhantara Salamun, SIK mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk memberantas semua pungli maupun calo SIM.

“Semua pelayanan secara zero dan tidak ada lagi calo dan pungli, bila mana ada yang melakukan pungli bagi oknum anggota Polri agar melaporkan pada saya, dan saya akan menindak tegas bagi anggota tersebut. Terkait izin untuk kedepanya saya tegaskan tidak ada yang di pungut biaya, termasuk Ijin keramaian. Saya berpesan mengenai kerawanan Kondusifitas tentang keamanan keramaian orkes melayu sesuai perbup telah di atur H-7 sampai H+7 tidak boleh melaksanakan kegiatan tersebut, dan hal yang memicu  dan bisa menimbulkan gesekan antar pemuda karena pengaruh miras,” ujarnya.

Baca juga !  Siaga Bencana, Kapolres Pati Cek Kesiapan Pasukan dan Peralatan Penanggulangan Bencana

Soal perkelahian warga antar desa, Kapolres Pati berharap peran serta tokoh-tokoh masyarakat untuk menyosialisasikan indahnya kebersamaan dan menghindari pertikaian yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Tentu ini melibatkan peran Bhabinkamtibmas memberikan pembinaan kepada desa binaannya.

Memang selama ini, kata Kapolres Pati AKBP Bambang Yudhantara Salamun Bhabinkamtibmas merangkap jabatan sehingga kurang maksimal dalam pelaksanaan tugasnya. Hal ini akan menjadi atensinya untuk mengubahnya menjadi lebih baik. Kapolres Pati AKBP Bambang Yudhantara Salamun SIK juga melakukan kegiatan serupa di aula Kecamatan Juwana, pada Rabu siang (11/12/2019) yang selanjutnya dijadwalkan keliling Kabupaten Pati.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *