Hujan Tak Kunjung Turun, Puluhan Warga Jateng Salat Istisqa

  • Whatsapp

TAJUKMURIA.com, SEMARANG – Salat Istisqa di halaman Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Jumat (18/10/2019) berlangsung cukup khusyuk, kendati panas matahari menyengat kulit, para jamaah salat untuk meminta hujan.

Salat dua rakaat meminta hujan, doa, dan dzikir bersama yang dilaksanakan usai salat Jumat itu, juga diikuti oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah H Taj Yasin Maimoen, Ketua DPP MAJT Prof Dr Noor Achmad, sejumlah ulama, serta Ahmad Zaenuri selaku imam salat Istisqa.

“Beberapa daerah sudah sangat minim air. Atas kondisi tersebut, saya matur kepada Ketua MUI Jateng, Pak Darodji. Kemudian beliau bermusyawarah dengan para takmir masjid untuk bersama-sama memohon kepada Allah melalui salat Istisqa,” kata Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen di sela salat Istisqa.

Baca juga !  Kena Longsoran Tebing, Satu Penambang Galian C Meninggal Dunia

Selain salat meminta hujan, kata dia, umat muslim juga dianjurkan untuk perbanyak dzikir dan doa memohon ampunan atas segala salah dan dosa yang dilakukan. Melalui salat dan doa yang dipanjatkan, diharapkan Allah menurunkan hujan yang menyirami bumi dan memberikan rahmat kepada seluruh umat.

Senada disampaikan Taj Yasin, Ketua DPP MAJT Prof Dr Noor Achmad mengatakan, hingga pertengahan Oktober ini beberapa daerah di Jateng membutuhkan siraman hujan. Menurutnya tidak hanya Jateng yang mengalami kekurangan air, provinsi lain juga mengalami hal serupa. Bahkan tidak sedikit daerah di luar Jateng yang sangat menanti turunnya hujan untuk memadamkan hutan yang terbakar.

“Apa yang kita lakukan ini adalah bagian dari kita untuk memohon ampun kepada Allah. Masih banyak daerah di Jateng yang membutuhkan air, atau mungkin Semarang juga termasuk yang kekurangan air. Bahkan tidak sedikit daerah di provinsi lain yang lebih membutuhkan hujan. Seperti Sumatera, Kalimantan dan lainnya butih hujan untuk memadamkam hutan yang terbakar,” katanya.

Baca juga !  Komisi VIII DPR RI Lakukan Kunjungan Kerja di Kudus

Menurutnya, tidak turunnya hujan dalam periode cukup lama bisa jadi karena sebagian umat manusia berjalan tidak pada ‘rel’ yang ditetapkan Allah. Karenanya semua diminta untuk selalu berada pada rel-Nya. Kalau kita semua selalu pada rel-Nya, maka Allah akan selalu menurunkan hujan. 

“Karena itu, kita diminta perbanyak istifar dan meminta dengan sungguh-sungguh supaya ditirunkan hujan di lingkungan kita dan lingkungan orang-orang yang membutuhkan hujan,” terangnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *