Harga Bawang Putih di Kudus Meroket Hingga Rp50.000 Per Kilogram

  • Whatsapp

tajukmuria.com, Kudus – Harga bawang Putih Tembus Rp .50.000/kgHarga jual bawang putih impor di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, terus mengalami lonjakan, pekan ini mengalami kenaikan menjadi Rp50.000 per kilogram, dibanding sebelumnya dijual dengan harga Rp28.000/kg.

Menurut salah seorang pedagang di Pasar Bitingan Kudus Tutik Asiyani di Kudus, Senin, kenaikan harga jual bawang impor jenis kating menjadi Rp52.000/kg terjadi sejak sepekan terakhir dan kenaikannya memang berlangsung cepat. “Dua minggu sebelumnya harganya Rp 23 ribu perkilo/ dan terus naik Rp 32.000/kg, dan sekarang menjadi Rp.52.000/kg nya”

Bacaan Lainnya

Baca juga !  Banjir Bandang Landa Dua Desa Di Kudus
Loading...

Informasi yang berkembang, kata dia, ada yang menyebutkan bahwa stok bawang impor sementara mulai terbatas karena belum ada impor sejak adanya kasus virus mematikan dari negara asal impor komoditas tersebut.

Ia mengakui masih bisa mendapatkan stok bawang putih, meskipun harganya mengalami lonjakan signifikan.

Meskipun terjadi kenaikan, lanjut dia, pelanggannya yang didominasi pemilik warung makan tidak mengurangi kuantitas pembeliannya karena mereka memang membutuhkan untuk keperluan memasak makanan yang hendak dijual.

“Berbeda dengan konsumen rumah tangga, biasanya memang mengurangi karena harganya memang jauh lebih tinggi,” ujarnya.

Tono, pedagang grosir bawang putih mengakui sejak sepekan terakhir harga kulakan bawang putih memang naik menjadi Rp50.000-an untuk tingkat eceran.

Baca juga !  Warga Jati Wetan Mulai Padati Tempat Pengungsian

Penyebab pastinya apakah karena faktor virus corona atau tidak belum mengetahui karena yang bisa menjawabnya dari pemerintah.

“Sebelumnya memang berkembang informasi importir belum berani mendatangkan komoditas tersebut dari negara asalnya, China. Meskipun demikian, stok barang yang tersedia masih tetap saya jual dengan mengikuti perkembangan harga terbaru,” ujarnya.

Ia mengakui stok bawang putih yang dijual berasal dari Surabaya yang setiap pembelian bisa mencapai 8 ton yang biasanya habis dalam sepekan, disesuaikan dengan permintaan pasar.

Selama berbisnis bawang putih, dia mengakui, belum pernah mendapatkan bawang putih selain dari China. (Him)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *