Edarkan LPG Non Subsidi Ilegal, Ditreskrimsus Polda Jateng Tangkap SS

  • Whatsapp

TajukMuriaCOm, Semarang – Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng berhasil mengamankan SS warga Wates Desa Sobokerto Kecamatan Ngemplak Boyolali yang diduga melakukan tindak pidana perdagangan dan atau metrologi legal dan atau perlindungan konsumen.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng Kombes Pol Hendra Suhartiyono didampingi Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol Agus Triatmaja saat menggelar konferensi pers di halaman Kantor Ditreskrimsus Polda Jateng Jalan Sukun Banyumanik Semarang, Kamis (28/3/2019).

Bacaan Lainnya

Baca juga !  Keren, Seorang Istri Kapolda Jateng Turun Langsung Bersihkan Sampah di Pantai Cipta Semarang
Loading...

Dirreskrimsus Polda Jateng menyampaikan, penangkapan tersangka SS ini merupakan pengembangan dari kasus serupa yang terjadi di wilayah Sukoharjo dengan tersangka M yang ditangkap oleh Ditreskrimsus sebelumnya.

“Pengungkapan kasus di Boyolali ini merupakan pengembangan dari kasus di Sukoharjo dengan tersangka M. Saudara SS menindahkan gas dari tabung LPG bersubsidi 3 Kg ke dalam tabung gas LPG non subsidi 5,5 kg dan 12 kg yang kemudian diperjualbelikan dengan harga dibawah resmi dari Pertamina di daerah Sukoharjo, Boyolali dan Surakarta, ” jelas Kombes Pol Hendra.

Kombes Pol Hendra Suhartiyono menambahkan, tersangka SS menindahkan gas LPG 3 kg ini dengan cara dipanaskan dengan direbus kemudian dipasangkan selang regulator yang sudah dimodifikasi dihubungkan ke tabung gas LPG 5,5 kg dan 12 kg.

Baca juga !  Peringati Hari Kartini, Pedagang Pesona Kolbu Kenakan Busana Adat Jawa

“Dari tersangka SS, kami mengamankan 179 tabung gas LPG 3 kg, 20 tabung gas LPG 12 kg, 12 tabung gas 5,5 kg, 10 selang regulator yang sudah dimodifikasi serta 1 buah timbangan sebagai barang bukti.

Dirreskrimsus Polda Jateng menambahkan, tersangka SS disangkakan dengan pasal 106 Undang-undang RI nomor 7 tahun 2014, Pasal 32 ayat 1 Undang-undang RI tahun 1981 serta Pasal 62 ayat 1 jo pasal 8 ayat 1 huruf a dan b Undang-undang RI nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dengan ancaman hukuman pidana paling lama 5 tahun dan atau denda paling banyak 2 Milyar Rupiah. (Humas Polda Jateng)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *