Cegah Corona, Pemuda Mangkal di Sepanjang Jalan ke Pulau Seprapat Dibubarkan

  • Whatsapp

tajukmuria.com, Pati – Keluhan warga yang biasa beraktivitas di kawasan Pulau Seprapat termasuk mereka yang hendak ke tambak mengangkut ikan bandeng muncul saat awal puasa. Sebab, sepanjang jalan dari area Jl Ujung hingga di lingkungan sekitar pulau penuh sesak dengan pengendara motor terutama oleh anak-anak baru gedhe (ABG) sejak habis makan sahur.

Jika sekedar berkendara hal tersebut masih wajar, tapi di antara mereka juga berulah di keramaian sepanjang ruas jalan itu, yakni ada yang melakukan ”jumping”. Tidak hanya itu, ada di antara mereka yang ternyata melempar petasan, dan bila sore hari mulai pukul 17.00 mereka pun kembali mangkal di sepanjang jalan menuju ke pulau tersebut dengan cara duduk bergerombol serta mangkal di sepanjang kiri dan kanan talut jalan.

Bacaan Lainnya

Baca juga !  Dua Hari Pencarian, Akhirnya Korban Tenggelam di Sungai Juwana Ditemukan
Loading...

Karena itu, Sabtu (25/4) kemarin pihak Polsek Juwana bersama Koramil 02 serta jajaran lain, baik Satuan Polair Polres Pati, Tramtib Kecamatan Juwana, Kepala Desa (Kades) Bajomulyo lengkap dengan perangkatnya dan karang taruna, serta Kades Growong Lor juga Kades Bakaran Wetan terjun langsung ke lokasi. Yakni, melakukan ”wara-wara”/imbauan agar masyarakat yang bergerombol maupun yang berkerumun di kawasan sepanjang jalan Ujung, di pinggir alur Kali Juwana agar membubarkan diri.

Hal tersebut dalam upaya untuk melakukan cegah tangkal karena merebaknya penyebaran virus Corona (Covid-19). Selain itu juga untuk mewujudkan situasi Kamtibmas di Juwana, sehingga mereka diminta segera membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing untuk mematuhi ketentuan yang diharuskan oleh pemerintah, yaitu tentang stay at home and physical distancing.

Bagi para pengendara motor juga diwajibkan memakai helm dan yang berboncengan 3 diminta agar yang satu turun. ”Sedangkan yang satunya lagi silakan diantar pulang lebih dahulu dan yang satu disuruh menunggu, baru dijemput kemudian setelah pengendara kembali dari mengantar yang diboncengkan,”tandas Eko Pujiono.

Baca juga !  Pemkab Terima Bantuan APD dari HDCI Karesidenan Pati

Dengan demikian, katanya lebih lanjut, kegiatan ”wara-wara”/imbauan itu juga sekaligus untuk menertibkan masyarakat yang berkerumun dan nongkrong di area Jl Ujung pada sore hari. Hal itu juga untuk meminimalkan serta mengantusuipasi penyebaran virus Corona (Covid-19), dan juga untuk meminimalisir pelanggaran serta kecelakaan lalu lintas yang disebabkan aksi balapan liar.

Selebihnya ”wara-wara” tersebut juga untuk menyampaikan Maklumat Kapolri Mak 2/III/2020 tentang Kepatuhan terhadap aturan dan Kebijakan pemerintah dalam rangka mengantisipasi serta pencegahan Covid-19. Karena itu, masyarakat hendaknya memahami dan mematuhi imbauan yang tidak bosan-bosannya disampaikan dalam setiap kesempatan.

Adapun hal penting lainnya yang harus mendapat perhatian, utamanya para kepala desa dan suluruh unsur jajaran pemerintahannya, jika ternyata masih ada warga yang lolos mudik hendaknya diharuskan segera mengisolasi diri.

”Apalagi larangan mudik bagi setiap masyarakat sudah disampaikan oleh Bapak Presiden, dan berlaku mulai Jumat (24/4) lalu,” imbuhnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *