Bupati Blora Apresiasi Pengamanan Natal Berjalan Aman

  • Whatsapp

tajukmuria.com, Blora – Bupati Blora H. Djoko Nugroho mengapresiasi kinerja TNI, Polri, dan institusi terkait lainnya yang telah berhasil menjamin rasa aman dan nyaman warga Blora. Ini berkaitan dengan penyelenggaraan perayaan Natal tahun 2019 dan malam pergantian tahun baru 2020 yang akan datang.

Apa yang dilakukan oleh Polres Blora dibantu oleh TNI kodim 0721/Blora bersama instansi pemerintah tersebut sudah sangat tepat, yakni dengan memberikan pelayanan kepada seluruh masyarakat baik yang merayakan natal maupun yang sedang menikmati libur panjang akhir tahun ini.

Bacaan Lainnya

Loading...

“Tentu, ini patut diapresiasi. Terutama untuk jajaran aparat keamanan Polres Blora dan Kodim 0721/Blora yang sudah mengelola situasi Kamtibmas yang kondusif di Blora sejauh ini,” kata Bupati, Kamis (26/12/2019).

Baca juga !  Dua Penderita DBD Di Blora Meninggal Dunia

Sementara itu, pengamanan dari Kepolisian dan panitia gereja cukup ketat. Pria dan wanita diperiksa secara berbeda, lengkap dengan metal detector serta penggeledahan tas.

Terbukti dengan pengamanan yang begitu bersinergi semua kegiatan keagamaan ibdah natal di seluruh gereja yang ada di Kabupaten Blora berjalan lancar. Apalagi di sejumlah gereja besar juga didirikan Pos Pengamanan Operasi Lilin Candi 2019 seperti Pos PAM Gereja Santo Pius. Gereja GKI, Gereja Bethany Blora dan Gereja St Willy Brodus, Cepu. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir apabila ingin merayakan Natal dan malam pergantian akhir tahun di Kabupaten Blora.

Baca juga !  Polda Jateng Tempatkan Penembak Jitu Kawal Warga Menikmati Liburan Akhir Tahun

“Dengan adanya Pos Pam gabugan di gereja tersebut, adalah sebagai langkah antisipasi untuk mencegah adanya gangguan keamanan dan aksi teror pada perayaan natal.” Kata Djoko Nugroho.

Bupati mengajak kepada seluruh elemen masyarakat Blora untuk menjaga dan merawat guyub rukun, saling bertoleransi antar sesama dan memperkokoh persatuan. Sehingga warga Blora tidak mudah terprovokasi oleh paham radikalisme dan intoleransi.

“Sebenarnya masyarakat Blora tidak perlu diajarkan lagi tentang bagaimana dan seperti apa toleransi karena sejak dahulu kita sudah belajar saling menghargai dan menghormati satu sama lain sesuai ajaran nilai-nilai yang telah melekat erat dalam budaya masyarakat,” pungkasnya.

Namun, nilai-nilai kebhinnekaan dan toleransi harus diingatkan kembali khususnya bagi generasi muda agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman atau perkembangan faham-faham radikalisme.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *