Apa Benar ? Wajah Bisa Perot Terkena AC dan Kipas Angin

  • Whatsapp

tajukmuria.com, lifestyle – Segala sesuatu biasanya terasa lebih nyaman yang alami dan tentunya aman untuk digunakan dalam jangka waktu lama.  Tapi kemajuan teknologi juga menciptakan kenyamaman dan kesehatan, termasuk air contitioner (AC) maupun kipas angin. Dua alat tersebut bila mengenai wajah dalam waktu lama bisa bahaya.

Suhu AC yang kelewat dingin dan semburan kipas angin  langsung kena wajah, kepala, dan leher dalam waktu lama (saat tidur) bisa mengakibatkan gangguan saraf.

Wajah lumpuh satu sisi (Bell’s palsy)
Pada penyakit ini terjadi pembengkakan saraf wajah (nervus fasialis) satu sisi. Nervus fasialis bekerja mengatur kelopak mata agar dapat berkedip dan membasahi mata, mengatur otot wajah untuk bisa tersenyum, berkerut, juga mengatur pengeluaran air liur.

Baca juga !  Genset Meledak, Kandang Ayam di Pati Dilalap Si Jago Merah

Penderita gangguan saraf ini akan merasa salah satu matanya pedih ketika cuci muka karena matanya sulit dipejamkan. Sulit berkumur, mulutnya mencong, bicara pelo, saat minum airnya akan meler dan pengecapan lidah berkurang.

Penyakit ini terkait dengan infeksi virus yang telah lama berada dalam tubuh namun tidak memberikan gejala. Kemunculan gejala seperti yang disebutkan di atas dipicu karena  trauma, gangguan emosi, stres lingkungan (mis: suhu terlalu dingin) dan faktor gangguan lingkungan lainnya yang membuat stres fisik maupun mental.

Penyakit ini sering dijumpai dan biasanya menyerang remaja atau dewasa. Bila terjadi pada orang tua harus dipikirkan kemungkinan gejala stroke. Bell’s palsy dapat disembuhkan bila cepat ditangani. Terapi yang diberikan adalah obat anti-inflamasi anti-virus. Penderita juga disarankan untuk melakukan senam wajah (facial exercise).

Baca juga !  5 Tempat Wisata di Pati Terbaru & Paling Hits Dikunjungi

— Leher kaku (Tortikolis Spasmodik)
Gejala ini biasanya terjadi saat orang bangun tidur. Penderita merasa lehernya kaku, tidak bisa menengok ke satu sisi, juga nyeri seperti disetrum bila dipaksakan bergerak. Bila bicara atau batuk akan terasa sakit.

Gejala dapat diatasi dengan analgesik atau anti-inflamasi. Bila perlu dapat dilakukan terapi pemanasan. Diperlukan konsultasi dokter untuk penanganan gejala ini karena jika tidak membaik dapat merupakan tanda dari penyakit lain yang lebih serius.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *