Antisipasi Korban Tersengat Jebakan Tikus, Bhabinkamtibmas Polsek Kedungtuban Blora Pelopori Warga Bangun Rubuha

  • Whatsapp

tajukmuria.com, Blora – Menyikapi kejadian meninggalnya warga akibat tersengat aliran listrik jebakan tikus di wilayah kecamatan Kedungtuban Kabupaten Blora beberapa waktu lalu, Kapolsek Kedungtuban Polres Blora Iptu Suharto menghimbau Anggotanya agar rajin sambang ke desa binaan, untuk menyampaikan himbauan tentang bahaya jebakan tikus yang menggunakan setrum.

Seperti yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Desa Gondel Brigadir Koko, Bersama Kepala Desa Gondel Bapak Suko Hadi Wiyono mempelopori warga untuk membangun Rubuha. Rubuha atau Rumah Burung Hantu adalah salah satu cara untuk menekan hama tikus yang merusak tanaman petani, dimana makanan burung hantu itu sendiri adalah tikus yang sangat meresahkan warga.

Bacaan Lainnya

Loading...
Baca juga !  Polresta Surakarta Tangkap Pelaku Kejahatan dengan Modus Ganjal Mesin ATM

Untuk di ketahui selama ini metode yang sudah dilakukan warga untuk menekan hama tikus adalah dengan memberikan racun bahkan ada yang memasang jebakan tikus dengan aliran listrik atau strum. Metode ini sebenarnya berhasil mematikan tikus, namun demikian bukan hanya tikus saja yang mati, bahkan sang empunya sawahpun ada yang menjadi korban sengatan aliran listrik tersebut hingga meninggal dunia.

“Belajar dari kasus kemarin, dimana ada warga yang meninggal karena tersengat arus listrik jebakan tikus, untuk itulah Kami bersama Kepala Desa mempelopori warga agar membangun Rubuha, Prosesnya memang agak lama, namun lebih efektif dan tentunya lebih aman dan ramah lingkungan.” Ucap Bhabinkamtibmas Brigadir Koko. Jumat, (03/01/2020).

Sementara itu Kepala Desa Gondel, Bapak Suko Hadi Wiyono mengatakan bahwa untuk tahap pertama ini, telah siap tujuh belas Rubuha yang akan di pasang di petak petak sawah warga, dan dalam berjalannya waktu, nantinya akan di tambah lagi. “Kami coba metode Rubuha, Semoga metode ini efektif, jadi bisa menekan hama tikus, dengan cara yang aman dan ramah lingkungan.

Baca juga !  Petani Cabai Raih Untung Berlipat

Hama tikus memang merugikan petani. Ia menyerang tanaman padi mulai persemaian sampai menjelang panen. Bahkan hasil panen yang sudah disimpan di rumah tidak luput dari seranganya.

Pandi, Ketua Gapoktan desa Gondel mengatakan sangat senang dengan pendirian Rubuha di sekitar sawahnya. Ia berharap serangan hama tikus bisa berkurang. “Alhamdulillah dengan adanya Rubuha, semoga musim tanam nanti serangan hama tikus berkurang,” kata Pandi.

“Secara tradisi zaman dulu ketika dikasih tempat burung hantu tikus akan takut karena makanan burung hantu tersebut tikus. Dan keamanan lebih menjamin,” Pungkas Kepala Desa.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *